Sosialisasi Sekolah Model Pembelajaran Mendalam dan KKA di SMK Negeri 1 Tolitoli





Sosialisasi Sekolah Model Pembelajaran Mendalam dan KKA di SMK Negeri 1 Tolitoli

Selasa, 2 Juni 2026 

Pengawas Pembina Bapak Drs. Agus Muhtar didampingi oleh Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Tolitoli Bapak Mudasir, S.Pd mengadakan sosialisasi Sekolah Model Pembelajaran Mendalam dan KKA (Koding dan Kecerdaan Artifisial) di SMK Negeri 1 Tolitoli. Sosialisasi ini dihadiri oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan SMK Negeri 1 Tolitoli.

Dalam pemaparannya Bapak Drs. Agus Muntar menjelaskan bahwa SMK Negeri 1 Tolitoli merupakan satu-satunya sekolah di Kabupaten Tolitoli yang ditunjuk sebagai Sekolah Model Pembelajaran Mendalam dan KKA dari pusat melalui beberapa indikator dan ketentuan yang memenuhi syarat. 

Mengapa sekolah model dan pengawas di butuhkan?

1. Kurmer menuntut pembelajaran yang berpusat pada siswa 

2. Pembelajaran mendalam menekankan pada pemahaman bukan hapalan

3. KKA, kolaborasi, kreatif dan komunikatif 

4. Peran pengawas bergeser dari inspektur menjadi pendamping yang professional 

5. Membimbing kepsek dan guru dalam merancang melaksanakan serta 

6. Mengevaluasi pembelajaran agar tercipta ekosistem yang bermutu, inklusif dan berbasis data

Apa itu keterampilan kerja abad 21 (KKA) 

1. Koding = bahasa atau kalimat yang berisi perintah atau masalah untuk mendapatkan solusi dari permasalahan itu kita harus menggunakan

2.KA =  kecerdasan artifisial atau kecerdasan buatan

3. Bagaimana penerapannya dalam pembelajaran? Guru harus melatih anak 4C critical thinking creatif, collaborative, dan Communicative 

4. Literasi digital adalah kemampuan untuk memahami, mengevaluasi dan menciptakan informasi melalui teknologi digital secara efektif dan etis. 

Peran utama pengawas SMA/ SMK dalam pendamping sekolah model 

1. Supervisi akademik menganalisa RPP, modul ajar, LKPD berbasis Pembelajaran Mendalam

2. Pendampingan professional, coaching, mentoring lesson study untuk guru

3. Pengembangan sekolah, membantu sekolah menyusun roadmap jadi sekolah model

4. Penjaminan mutu, memantau implementasi Pembelajaran Mendalam dan KKA 

5. Memberikan umpan balik berbasis data 


Tahapan pendampingan sekolah model 

1. Mengidentifikasi pemetaan kesiapan guru, sarana prasarana, budaya sekolah

2. Perencanaan : bersama kepsek susun program pendampingan

3. Implementasi : pendampingan kelas, modeling pembelajaran pm, workshop KKA 

4. Monitoring dan Evaluasi : mengamati proses dan hasil, menggunakan instrumen evaluasi untuk mengukur ketercapaian indokator, 

5. Refleksi dan Tindak Lanjut

Indikator keberhasilan Pembelajaran Mendalam di kelas yang diawasi dan didampingi pengawas 

1. Siswa aktif bertanya, berdiskusi dan memecahkan masalah nyata

2. Guru menggunakan asesmen formatif untuk menyesuaikan pembelajaran 

3. Produk pembelajaran berupa proyek portofolio dan presentasi 

4. Lingkungan kelas mendukung kolaborasi dan eksplorasi 

Contoh di SMK fokus pada vokasional terapan (praktisi) disesuaikan dengan program keahlian 

1. Untuk jurusan TKJ / RPL

Siswa membangun aplikasi smart home dasar atau membuat program chatbot berbasis artifisial intelegence AI untuk layanan pelanggan 

2. Untuk jurusan Akuntansi 

Bisnis mengintegrasikan otomatisasi AI dalam prediksi tren pasar, mengelola inventarisasi stok, atau menganalisis data keuangan secara prediktif 

Kesimpulan 

KKA adalah analitik data yang dirancang oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan riset dan teknologi sebagai bagian dari platform merdeka mengajar PMM tujuannya adalah untuk membekali siswa dengan kemampuan berpikir komputasional literasi digital serta pemahaman dasar tentang teknologi masa depan .

Pengawas mendampingi duru dan kepsek untuk memastikan penerapan dan implementasi Pembelajaran Mendalam dan KKa di sekolah model 


Komentar